merekah untuk rahma
Thursday, November 29th, 2007merekah untuk rahma
dan tak akan pernah sirna
Entah kenapa setiap pertemuan dengan rahma, segala suasana duka lara hilang begitu saja seakan berada di tempat yang indah dan tetap tinggal disana untuk menikmatinya.
Namun itu semua hanya saya rasakan sekejap dan sesaat waktu saja. Dan mau tidak mau saya harus kembali pada kesendirian, kesedihan, dan kerinduan akan keheningan hari.
Kereta senja, hanya disitulah sosok rahma dapat saya jumpai begitu lekatnya seakan tanpa batas sama sekali…Dan dari sanalah awal kegilaan saya yang telah lama terkubur jauh disudut selatan Jakarta, perlahan mulai kembali merekah untuk rahma…
Kelucuan akan leluconnya yang tak pernah mau kalah, it’s rahma that reals. Dan kehangatan senyumnya dapat melelehkan dinginnya hati disepanjang hari yang sunyi sebab senyumannya selalu menghiasi mimpi dan langkahku
ardimawar