for the real Rahma
Thursday, October 25th, 2007for the real Rahma
dengan sepenuh kekaguman
Dikehidupan baru saya telah menempuh perjalanan panjang. Melewati
lorong-lorong kereta. Melewati jalan-jalan dunia. Melewati bukit dan
gunung. Melewati laut dan sungai. Melewati jurang dan ngarai. Pada
lembah terdalam saya terhenti dalam pencarian karena disana ada Rahma.
Angin mendedas bertiup lewat kisi-kisi jendela dan lubang ventilasi
yang menerpa jiwa kerinduan. Suara-suara malam bermain dengan kesedihan
yang fana. Dan saya terbenam dalam diam memikirkan Rahma.
Pada kebisuan sekitar dan warna senja. Pada kediam-diaman yang kata
orang membosankan. Bagiku mata adalah bahasa sejuta percakapan,sejuta
pertanyaan, dan sejuta jawaban.
Dan ketika langkah kaki keluar dari gerong-gerbong Shinkanzen terasa
ada sesuatu yang menganjal dan sesuatu yang hilang dihati. Dan dari
luar saya hanya bisa mengamati kembali Shinkanzen melaju deras hingga
hilang didepan mata. Tetapi tidak untuk hati ini…
Sebab saya pilih Rahma dari yang banyak