Archive for September, 2007

sherina is my spirit

Thursday, September 20th, 2007

dari sekian lagu sher aku tetap suka lagu "andai aku besar nanti"
begini berawal semenjak SMP kalau ga salah waktu itu saya masuk pagi
dan sebelum berangkat sekolah dengan menggunakan sepeda
saya selau mendengarkan lagu itu lewat radio di pagi hari
yang menjadi semangatku hingga kini
dan setelah sampai di sekolah saya juga punya teman seorang penggemar sher juga dulu
setiap saat selalu ngobrol tentang sher (waktu itu saya belom ngikut SFC) :P
dia sampai hafal semua dialog dalam film petualangan sherina
dan pernah suatu saat ngajakin saja ke bandung tepatnya ke Bosscha

ayo
sekarang gantian dong bercerita… ……… …..
:P……

Andai aku t’lah dewasa
Apa yang ‘kan kukatakan
Untukmu idolaku tersayang
Ayah… Oh…

Andai usiaku berubah
Kubalas cintamu bunda
Pelitaku, penerang jiwaku
Dalam setiap waktu

Oh… Kutahu kau berharap dalam doamu
Kutahu kau berjaga dalam langkahku
Kutahu s’lalu cinta dalam senyummu
Oh Tuhan, Kau kupinta bahagiakan mereka sepertiku

Andai aku t’lah dewasa
Ingin aku persembahkan
Semurni cintamu, setulus kasih sayangmu
Kau s’lalu kucinta

Andai usiaku berubah
Kubalas cintamu bunda
Pelitaku, penerang jiwaku
Dalam setiap waktu

Oh… Kutahu kau berharap dalam doamu
Kutahu kau berjaga dalam langkahku
Kutahu s’lalu cinta dalam senyummu
Oh Tuhan, Kau kupinta bahagiakan mereka sepertiku

Andai aku t’lah dewasa
Ingin aku persembahkan
Semurni cintamu, setulus kasih sayangmu
Kau s’lalu kucinta

I love you, Ayah… I love you, Bunda…

baru kenal

Thursday, September 20th, 2007

kenapa setiap cahaya sunyi
bayangannya menghantui hati
kenapa setiap pejamkan mata
pikirannya menghatui rasa

hari senantiasa berjalan aktif
tanpa memperhatikan ku disini
terkubur oleh rasa sedih
tertancap tanda tanya dihati

salahkah ku beri cinta
meski saling baru kenal
benarkah ku punya rasa
walau sekali kita jumpa

tak bisa kupungkiri lagi
apa yang akan terjadi
semoga dihatinya terselip
rasa saling mencintai

semoga apa yang ku rasakan dapat dibaca oleh dia

bekasi, 21 september 2007
ardi

yang terkenang

Thursday, September 20th, 2007

ketika memasuki kehidupan baru
ada sesuatu yang terasa rapuh
tak seperti dikehidupan lampau
semakin hari semakin luluh

seakan tak dapat untuk berbicara
seakan tak dapat untuk melangkah
kebimbangan dalam membuka jalan
benyak jejak manis yang tertinggal

ku rindu sesuatu yang terkenang
berawal di sudut selatan ibukota
dimana pagi itu terasa cerah
sebab kemarin air membasahi tanah

"lihatlah hari begitu cerah dan sejuk
dan lihat awan tudung pita itu
berbentuk indah, aneh, dan lucu"
kata ku seraya menunjukan awan itu

dan dia berkata disertai pandangannya
"ya, memang indah bentuknya dan menawan hati
terasa sempurna dengan hadirnya sepasang burung kecil
mereka bebas leluasa untuk mengudara
selama memiliki sayap, rasa sayang, dan cinta
yang dapat digunakan terbang membubung keangkasa
itulah makna kasih sayang dan kemerdekaan"

dan di luar jendela mereka mengamati kami
dan di atas dahan mereka memperhatikan kami
"semoga seluruh makhluk dibumi ini
tidak ada yang merasa sepi dan sendiri"
akhirnya merekapun terbang menembus cakrawala
disertai bertakhtanya raja siang ke singgasana

kini tak ada lagi penawar haus,
kesejukan oasis diantara gersangnya gurun,
kemurnian air tawar ditengah laut
semua tak sama apa yang ku sentuh

bekasi, 31 juli 2007
ardi